Berita Anggota Parlemen

Banner Caleg DPR RI Nomor Urut 1 PDIP di Lamongan Dirusak, Muncul Tulisan Nama Gus Dur dan Megawati

Aksi pengrusakan alat peraga kampanye (AKP) milik calon legislatif (Caleg) di Pemilu 2019 kini giliran terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Kali ini, sasarannya adalah sejumlah banner dan baliho milik Caleg DPR RI dari PDIP Dapil Kabupaten Lamongan dan Gresik, Nasyrul Falah Amru, yang dirusak oleh orang tak dikenal.

Bentuk pengrusakannya, berupa pencoretan bener atau baliho caleg dengan kata atau angka-angka tertentu pada banner yang terpasang di pinggir jalan. Sementara, pengrusakan dilakukan dengan merobek banner caleg yang juga ada di pinggir jalan.

Banner milik Nasyrul Falah Amru Falah dicoret dengan spidol dengan kata-kata para tokoh nasionak, yakni Gus Dur, Megawati, Hamza haz. Bahkan ada yang dirobek.

"Kami memang mengetahui ada bener kami yang dirusak, kami akan berkoordinasi dengan Bawaslukab mengenai hal ini," kata Gus Falah, panggilan Nasyrul Falah Amru, saat ditemui wartawan di Lamongan, Rabu (16/1/2019).

Pihaknya masih berprasangka baik terhadap aksi pengrusakan yang dilakukan oleh orang-orang terhadap bannernya.

Nasyrul Falah Amru juga mengakui, ia dan timnya juga tidak tahu pasti siapa pelaku pengrusakan dan pencoretan ini.

"Kami tidak tahu siapa pelakunya. Kami berprasangka baik saja, mungkin yang melakukan itu saking senangnya dengan saya," jelasnya.

Pihaknya memaklumi jika ada alat peraga kampanye (APK) calon yang melanggar maka penyelenggara bisa melakukan penertiban karena aturannya memang seperti itu.

Begitu juga jika ada APK calon yang dirusak oleh pihak tertentu, lanjut Falah, apa upaya penyelenggara untuk membantu para calon.

Setidaknya, Bawaslu memberikan himbauan kepada publik, bahwa perusakan APK calon peserta adalah pidana umum pemilu.

Ini dikhususkan kepada khalayak, agar kontestasi demokrasi berjalan meriah, ceria dan bermartabat.

Ketua Bawaslukab Lamongan Miftahul Badar membenarkan adanya pengrusakan terhadap bener para caleg tersebut.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyeledikan lebih lanjut untuk mengumpulkan fakta-fakta. "Kami sangat menyayangkan kejadian ini," kata Badar.

Badar menegaskan, pihaknya akan melakukan investigasi dulu, baru setelah itu bisa menentukan langkah hukum apa yang harus dilakukan.

Kalau di Undang-undang, pengrusakan APK itu dapat diancam pidana. "Apakah dapat dikenakan pidana atau, kami harus melakukan kajian lebih dulu," tandas Miftahul Badar.

Diposting 18-01-2019.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Nasyirul Falah Amru

Anggota DPR-RI 2019-2024
Jawa Timur 10