Berita Anggota Parlemen

Ini 11 Anggota MKD yang Pilih Bawa Setya Novanto ke Persidangan

Sebanyak 11 anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) setuju untuk melanjutkan kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto ke persidangan.

Sikap ini ditunjukkan dalam voting terbuka di ruang sidang MKD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2015) petang.

Voting dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, anggota MKD memilih dua opsi.

Opsi pertama, melanjutkan persidangan dengan pengesahan jadwal persidangan. Opsi kedua, tidak melanjutkan ke persidangan karena tak cukup hasil verifikasi dan alat bukti.

Sebelas anggota memilih opsi pertama untuk melanjutkan kasus Novanto ke persidangan. Mereka adalah sebagai berikut:

1. M Prakosa (PDI-P/Dapil Jawa Tengah IX)
2. Junimart Girsang (PDI-P/Sumatera Utara III)
3. Marsiaman Saragih (PDI-P/Riau II)
4. Akbar Faizal (Nasdem/Sulawesi Selatan II)
5. Sarifuddin Sudding (Hanura/Sulawesi Tengah)
6. Sukiman (PAN/Kalimantan Barat)
7. Ahmad Bakri (PAN/Jambi)
8. Guntur Sasono (Demokrat/Jawa Timur VIII)
9. Darizal Basir (Demokrat/Sumatera Barat I)
10. Acep Adang Ruhiat (PKB/Jawa Barat XI)
11. Surahman Hidayat (PKS/Jawa Barat X)

Mereka menang voting melawan enam anggota lainnya yang tak setuju kasus Novanto disidangkan, yakni:

1. Kahar Muzakir (Golkar/Dapil Sumatera Selatan I)
2. Adies Kadir (Golkar/Jawa Timur I)
3. Ridwan Bae (Golkar/Sulawesi Tengah)
4. Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra/Banten III)
5. Supratman (Gerindra/Sulawesi Tengah)
6. Zainut Tauhid (PPP/Jawa Tengah IX)

Selanjutnya, voting dilanjutkan ke tahap dua. Para anggota kembali dihadapkan dua opsi. Opsi pertama, langsung melanjutkan ke tahap persidangan. Opsi kedua, menuntaskan terlebih dahulu verifikasi bukti rekaman yang dianggap tidak utuh.

Enam anggota yang pada tahap satu memilih kasus Novanto tak disidangkan memilih opsi agar dilakukan verifikasi bukti rekaman terlebih dahulu.

Kali ini, enam anggota tersebut dibantu oleh M Prakosa dan Acep Adang Ruhiat.

Namun, mereka tetap kalah dengan sembilan anggota lainnya yang memilih agar kasus Novanto disidangkan tanpa verifikasi.

"Berarti pilihan yang dipilih mayoritas adalah melanjutkan persidangan dengan pengesahan jadwal persidangan. Tok," kata Ketua MKD Surahman Hidayat sembari mengetuk palu sidang tiga kali.

Sebenarnya, dalam rapat 24 November lalu, MKD sudah memutuskan untuk melanjutkan kasus Novanto ke persidangan.

Akan tetapi, pada rapat Senin kemarin, anggota MKD baru dari Golkar, dibantu Gerindra dan PPP, hendak membatalkan keputusan rapat tersebut.

Mereka mempermasalahkan dasar atau legal standing Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said sebagai pelapor.

Hal lain yang dipermasalahkan adalah bukti rekaman antara Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang dianggap tak utuh.

Rapat berlangsung alot hingga Selasa sore ini akhirnya diputuskan untuk voting.

Diposting 02-12-2015.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

Zainut Tauhid Saadi

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Tengah IX

Supratman

Anggota DPR-RI 2014
Sulawesi Tengah

Sufmi Dasco Ahmad

Anggota DPR-RI 2014
Banten III

Adies Kadir

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Timur I

Ridwan

Anggota DPR-RI 2014
Sulawesi Tenggara