DPRD Medan mengimbau Kapolresta Medan agar menginstruksikan seluruh Polsek agar merazia seluruh warung internet (warnet) yang beroperasi melewati batas ketentuan (dinihari hingga pagi).
Demikian Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, MH kepada Analisa ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/8).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini sejumlah warnet, disinyalir kerap dijadikan sebagai tempat berkumpul para remaja atau geng motor dan konsolidasi para begal sebelum beraksi, pada dini hari hingga subuh.
Selain pihak kepolisian, juga diminta pihak Kominfo atau Disbudpar Kota Medan melakukan razia serupa karena para warnet itu telah melanggar jam operasional.
Sebenarnya hal ini sudah lama disampaikan para ibu-ibu dalam resesnya di Dapil II kawasan Medan Johor dan sekitarnya. Belakangan ini anak mereka bebarapa kali tidak pulang ke rumah dan ketika dicari ternyata mereka berada di warnet main game dari malam hingga pagi. Karenanya saat ini mereka sangat resah akan keberadaan warnet-warnet yang ada.
“Guna menindak lanjuti keresahan warga kami mengharapkan pihak kepolisian dan Pemko Medan saling berkoordinasi merazia warnet-warnet itu,” tukasnya.
Tingkatkan Patroli
Lebih lanjut, anggota Fraksi PDIP tersebut juga mengharapkan agar Polresta Medan terus meningkatkan pengamanan dengan menggelar patroli secara mobile di lokasi-lokasi rawan rampok atau begal.
“Jika ditemukan adanya sekelompok pemuda atau warga berkendaraan yang tengah berkumpul di pinggir jalan seperti di Jalan Gagak Hitam atau Ringroad khususnya pukul 24.00WIB, kami minta supaya segera dibubarkan dan diperiksa identitasnya. Karena kemungkinan besar mereka pasti memiliki senjata tajam atau bahkan narkoba,” tandasnya sembari menyatakan keberadaan mereka tentiunya membuat takut pengendara jalan yang akan dan tengah melintas.
Dalam kesempatan itu, Henry juga mengharapkan Kapolresta Medan juga menempatkan para personel kepolisian di sejumlah pos polisi seperti di Jalan Pemuda, Lapangan Merdeka, depan TVRI, Simpang Pos, Simpang Titi Kuning, Jalan karya Jaya dan lainnya, terlebih di kawasan rawan kejahatan baik curanmor, begal dan lainnya baik siang, malam hingga pagi hari secara bergantian.
Surati Polresta
Sebelumnya, mantan Ketua DPC PDIP Kota Medan itu juga menyurati Polresta dan Pemko Medan agar merazia sparepart sepedamotor dan mobil yang tengah menjamur di Medan.
“Apalagi keberadaan mereka tidak memiliki izin. Sebab bukan mustahil dengan keberadaan pedagang sparepart ini akan mendorong para pelaku kriminal seperti curanmor dan begal kendaraan semakin subur,” tandasnya.
Ketua DPRD Medan juga meminta KNPI Medan berperan aktif dalam membina para remaja dan pemuda agar melakukan kegiatan produktif guna menghindari mereka melakukan kejahatan dan narkoba.
Terkait razia narkoba, ia mengapresiasi tindakan polisi yang kerap merazia narkoba di ‘Kampung Kubur’ dan daerah lainnya. Namun ke depannya, ungkapnya, pihak kepolisian menangkap para bandar dan agen narkoba di kawasan itu supaya tidak mengedarkan dan mensuplai ke pemakai lainnya (pemakai pemula).