Peristiwa Tsunami tahun 2004 menjadi duka terdalam bagi segenap bangsa Indonesia. Peristiwa yang terjadi 26 Desember 2004 itu telah merenggut ratusan ribu jiwa anak bangsa di Provinsi Aceh dan Pulau Nias.
"Peristiwa Tsunami menjadi duka bagi kita semua. Sembilan tahun telah berlalu dari peristiwa gempa dan tsunami, namun rasa sedih dan simpati kita sebagai satu bangsa, akan senantiasa sama dengan yang dirasakan keluarga korban," kata anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Demokrat Ingrid Kansil, Jumat (27/12/2013).
Namun di balik duka, peristiwa tsunami membawa makna bagi Indonesia. Makna itu adalah semangat untuk bersatu dan bangkit dari bencana.
Dia mengatakan, selepas tsunami, segenap anak bangsa bahu membahu tak kenal asal suku, agama, latar belakang politik, serta ekonomi. Semua bahu membahu saling membantu demi Indonesia.
"Tsunami telah menyatukan kita bersama untuk bangkit," ujar Ingrid.
Yang tak kalah penting, tsunami telah meningkatkan kewaspadaan terhadap peringatan bencana alam. Lewat Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008, pemerintah pun membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurut Ingrid, hadirnya BNPB pada 2008 sangat vital dalam menanggulangi potensi bencana alam. Selepas peristiwa tsunami 2004, peran BNPB juga sangat vital dalam proses penanggulangan bencana di Indonesia.
Menurutnya, posisi BNPB sangat penting dalam membentuk sistem peringatan dini potensi bencana atau early warning system.
"Tsunami telah memberi kita pelajaran bahwa peringatan dini akan potensi bencana sangat penting. Dan kami di Komisi VIII DPR mengapresiasi peran BNPB dalam memberi edukasi dan pelayanan bagi masyarakat tentang bencana alam," kata Ingrid.
Sistem peringatan bencana, kata Ingrid, telah diadopsi oleh nyaris seluruh wilayah di Indonesia. Sistem peringatan di daerah pun telah menggunakan sejumlah alat tekonologi untuk deteksi dini kemungkinan bencana alam. Alat pendeteksi disesuaikan dengan potensi bencana setiap daerah.
Di daerah pesisir, dilengkapi alat pendeteksi tsunami. Sedangkan di pegunungan, alat pendeteksi bencana vulkanologi disiagakan.
"Kami di Komisi VIII akan terus menunjang kebutuhan BNPB untuk terus melengkapi sistem pencegahan dan deteksi dini bencana," ujarnya.
Dia merasa selain sistem peringatan, pendidikan terhadap potensi bencana alam sangat penting bagi masyarakat. Pendidikan bisa dilakukan di sektor formal, yakni di sekolah.
"Pendidikan peringatan dini dan penanggulangan bencana pun bisa dilakukan di tengah masyarakat, yakni dengan simulasi penanggulangan bencana," katanya.