Untuk kesekian kalinya masyarakat Indonesia harus berduka setelah terjadi insiden tabrakan antara kereta api commuter line Serpong-Tanah Abang dengan kendaraan tangki Bahan Bakar Minyak/BBM di perlintasan Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12).
Dalam insiden tersebut, tercatat enam orang meninggal dunia, sembilan orang luka berat dan 82 orang luka ringan karena sebagian besar mengalami luka bakar.
Atas insiden berdarah itu, anggota Sekretaris Fraksi Partai Hanura DPR RI Saleh Husein meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mempercepat proses investigasi demi mengungkap kecelakaan KRL Commuter Line dengan truk tangki bermuatan BBM tersebut.
“KNKT perlu mempercepat proses investigasi karena publik ingin tahu kronologi kejadian sebenarnya,” kata Saleh yang juga anggota Komisi V DPR RI itu.
Menurut Saleh, aturan KNKT proses investigasi memang cukup lama, sekitar tiga hingga enam bulan, tapi Komisi V DPR RI meminta agar KNKT bisa menyampaikan hasil investigasinya dalam waktu satu bulan saja. Meskipun dikerjakan dalam waktu cepat, Komisi V DPR RI tetap berharap hasil investigasi itu tetap cermat dan tidak ceroboh dalam menetapkan kesimpulan.
Sebelumnya, sejumlah anggota Komisi V DPR RI melakukan kunjungan ke lokasi kecelakaan KRL di Bintaro, Jakarta, pada Senin sore. Pada kunjungan ke lokasi tersebut, anggota Komisi V DPR RI melihat petugas menyemprotkan zat kimia untuk meredam kemunginan terjadinya kebakaran susulan pada saat alat berat PT KAI mulai mengangkat bangkai truk dan gerbong yang hangus terbakar.
Sementara itu, Ketua KNKT, Tatang Kurniadi menyatakan, KNKT akan berupaya menuntaskan laporan singkat hasil investigasi dalam waktu satu bulan. KNKT akan fokus pada penyelidikan bukan untuk mencari siapa yang bertanggung jawab.
“Investigasi untuk mencari jawaban kenapa dan bagaimana kecelakaan terjadi. Perlu dicatat KNKT tidak mencari siapa yang salah atau siapa yang bertanggung jawab dalam kecelakaan ini,” tegasnya.
Berdasarkan informasi Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto, kronologis kejadian berawal saat truk pengangkut BBM nomor polisi B-9265-SEH melintasi pintu palang rel kereta Pos 57A Pondok Betung, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Tanda lonceng berbunyi saat truk melintasi rel kereta, namun kendaraan tersebut tidak dapat bergerak karena terjadi kemacetan lalulintas. Bersamaan itu, KRL dengan nomor KA-1124 melintas dari arah barat menuju timur sehingga menabrak dan menyeret bagian belakang kiri truk sejauh 20 meter. Selanjutnya kereta terguling ke kiri dan truk tangki terbakar hangus.