Tawuran Pelajar Kembali Marak, Legislator Akan Bahas Akar Persoalannya Di Senayan

Tawuran di kalangan pelajar di sejumlah daerah semakin marak terjadi. Entah bagaimana awalnya, namun aktivitas pelajar dengan saling menyerang menggunakan batu, senjata tajam maupun benda tumpul seolah menjadi potret umum sehari-hari.

Tak jarang sejumlah pelajar terluka atau bahkan tewas karena serangan senjata tajam dan pukulan benda tumpul. Atau mungkin mengalami kecelakaan karena terdesak saat diserang oleh kelompok pelajar lain yang menjadi lawannya.

Menanggapi fenomena yang semakin memprihatinkan tersebut, Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning mengatakan bahwa isu tawuran pelajar yang terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia bakal dijadikan pembahasan utama di pusat sebab kasus tersebut juga sudah menjadi isu nasional.

“Walaupun saya duduk di Komisi IX DPR bidang kesehatan dan tenaga kerja bukan berarti anggota DPR hanya mengurusi orang sakit saja, tetapi menghentikan atau memberantas aksi tawuran pelajar ini merupakan perjuangan kami di DPR karena masalah ini sudah menjadi isu nasional yang harus segera dicarikan solusinya yang tepat,” kata Ribka.

Ia mengatkan, pihaknya akan mengambil langkah dan kebetulan pada Senin (25/11) akan diadakan rapat dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) yang salah satunya membahas tentang tawuran pelajar ini.

Selain itu, masalah tawuran pelajar ini juga harus dibahas dengan lintas komisi baik dengan Komisi III dan X dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Maka dari itu, pihaknya juga akan bertemu dengan rekan-rekannya di komisi lain untuk membahas lebih serius tentang tawuran pelajar ini.

Menurut dia, efek tawuran pelajar ini bisa sangat luas. Terjadinya tawuran pelajar ini juga disebabkan krisis tokoh atau panutan pelajar mulai di daerah sampai pusat. “Kami mengakui baik di nasional maupun daerah saat ini sulit mendapatkan tokoh yang bisa ditauladani oleh para pelajar. Apalagi kehidupan saat ini sudah konsumtif sehingga banyak oknum pelajar yang ingin sesuatu dengan cara anarkis seperti memalak pelajar dari sekolah lain yang efeknya bisa menjadi tawuran pelajar,” tambahnya.

Ribka mengimbau seluruh pelajar di Indonesia agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan ajakan yang menjerumuskan, karena hanya satu tugas pelajar adalah menuntut ilmu. Selain itu, pihaknya juga akan memanggil Kemendikbud agar membuat progam antitawuran beserta solusinya.

Karena selama ini, pemerintah hanya bisa membuat target kelulusan tetapi tidak membuat sisi lain di dunia pendidikan seperti pemberantasan tawuran pelajar yang terus marak di negeri ini, bahkan tidak hanya pelajar tingkat SMA sederajat saja yang kerap terjadi tawuran tetapi tingkat SMP bahkan perguruan tinggi pun kerap terjadi tawuran.

“Maka dari itu, kami berusaha di pusat untuk menjaga seluruh pelajar dan anak-anak karena semua mereka merupakan aset bangsa ini yang akan menjadi penerus dan pemimpin di kemudian hari serta memperbaiki mental-mental para pelajar agar lebih cinta lagi kepada Tanah Air,” pungkasnya.

Diposting 26-11-2013.

Dia dalam berita ini...

Ribka Tjiptaning

Anggota DPR-RI 2009-2014 Jawa Barat IV
Partai: PDIP