Pagelaran Ratu Sejagat Harus Pertimbangkan Sensitivitas Budaya

sumber berita , 08-09-2013

Penyelenggaraan Miss World di Indonesia sebaiknya mempertimbangkan sensitivitas agama dan budaya. Suara dari kalangan yang menolak pagelaran ratu sejagat itu mesti pula dipertimbangkan. 

"Meskipun penyelenggaraan itu dimaksudkan untuk mempromosikan Indonesia, kontennya harus mempertimbangkan pihak yang pro maupun kontra," kata anggota Komisi VIII DPR Ingrid Kansil kepada JurnalParlemen, Minggu (8/9).
 
Bagaimana pun, pihak-pihak yang keberatan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan beberapa ormas Islam adalah bagian dari masyarakat Indonesia. Mereka punya hak suara yang sama dengan masyarakat Indonesia lain yang mendukung pagelaran itu.
 
"Suara mereka perlu menjadi catatan penting bagi panitia penyelenggara agar menyesuaikan hajatan itu dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia. Sebab, acara itu digelar di Indonesia yang punya budaya tersendiri," katanya.
 
Sepekan belakangan, suara penolakan terhadap penyelenggaraan Miss World di Bali makin kencang. Para penolak itu beralasan, selain tidak sesuai dengan budaya Indonesia, hajatan itu tidak tepat waktu karena ekonomi Indonesia sedang goncang. 

Diposting 09-09-2013.

Dia dalam berita ini...

Ingrid Maria Palupi Kansil

Anggota DPR-RI 2009-2014 Jawa Barat IV
Partai: Demokrat