MPR: Miss World tak ganggu moral bangsa

sumber berita , 05-09-2013

Ketua MPR Sidharta Danusubroto menilai ada sisi positif dari penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia. Tidak hanya mempromosikan pariwisata, tetapi juga budaya Indonesia agar lebih dikenal dunia.

Indonesia mencatat sejarah sebagai penyelenggara Miss World 2013. Ajang ini merupakan yang pertama dihelat di Indonesia dan Asia Tenggara, setelah diselenggarakan sebanyak 62 kali.

Penyelenggaraan Miss World 2013 ini pun mendapatkan respons positif dari Sidharto Danusubroto, Ketua MPR.

“Meminta kepada penyelenggara agar menjaga budaya Indonesia. Tapi jangan ditentang penyelenggaraannya, kan tidak baik juga nama Indonesia kalau begitu,” kata Sidharto Danusubroto kepada wartawan di Jakarta, Rabu, hari ini.

Menurutnya, pihak penyelenggara sudah memberi pernyataan akan tetap menjaga nilai-nilai budaya Indonesia. Seperti penggunaan baju adat bagi sekitar 130 peserta itu akan bagus. Bisa digunakan sebagai promosi memperkenalkan budaya Indonesia.

“Sementara Bali yang dipilih sebagai lokasi karantina juga tidak asing dengan budaya Miss World. Event ini akan jadi promosi gratis untuk Indonesia di dunia internasional,” tambahnya.

Saat ini dunia lebih mengenal keindahan Pulau Bali daripada Negara Indonesia secara keseluruhan. Banyak turis asing sering liburan di Bali, sehingga kultur budaya Bali pun menyesuaikan dengan penyelenggaran tersebut.

“Apalagi Gubernur Bali sudah setuju karena dinilai menguntungkan pariwisata Indonesia, seharusnya kita dukung. Negara kita ini kan terdiri dari beragam suku dan agama. Jangan lah memaksakan kehendak. Kita ambil sisi positifnya saja. Ini bisa meningkatkan nilai pariwisata Indonesia di mata dunia,” paparnya.

Menurutnya, Miss World juga tidak berpengaruh terhadap moral anak bangsa.

“Moral itu terbentuk dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Seperti pendidikan di dalam keluarga, pendidikan di sekolah, dan pendidikan di lingkungannya. Tidak bisa satu acara semacam ini lantas langsung dianggap merusak moral bangsa. Masalah moral itu kembali lagi ke individunya. Kalau pendidikan dalam hal moralitas dan agamanya sudah bagus, saya kira Miss World tidak berpengaruh terhadap moral anak negeri ini,” tambahnya.

Pria ramah ini pun meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan dengan aksi penolakan. Masyarakat harus berpikir jernih. Semuanya harus tetap bertindak dengan damai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya juga meminta aparat keamanan menjaga penyelenggaraan Miss World ini dengan maksimal. Aparat harus berhasil menciptakan suasana yang kondusif. Sebab, Miss World ini menjadi sorotan Dunia. Ini menyangkut nama baik Indonesia,” tutupnya.

Diposting 06-09-2013.

Dia dalam berita ini...

Sidarto Danusubroto

Anggota DPR-RI 2009-2014 Jawa Barat VIII
Partai: PDIP