Gelar Milad, FPI Serukan Penolakan 'Miss World' Diselenggarakan Di Indonesia

Ormas Front Pembela Islam (FPI) kembali bersuara lantang. Bersamaan dengan perayaan Milad ke-15 organisasi tersebut, mereka dengan tegas menolak rencana penyelenggaraan kontes kecantikan internasional Miss World di Bali pada September 2013.

Pada Minggu (25/8), ribuan anggota dan simpatisan FPI dari berbagai penjuru Tanah Air turut memperingati Milad Ke-15 FPI. Acara Milad FPI yang dimulai sejak Minggu pagi itu diikuti dengan pawai kendaraan menempuh rute Jalan Petamburan III-Jalan K.S. Tubun -Slipi-Jalan Gatot Subroto-Jalan M.T. Haryono-Jalan Otista-Jalan Matraman-Senen-Jalan Gunung Sahari-Mangga Besar-Hayam Wuruk-Harmoni-Duta Merlin-Rumah Sakit Tarakan-Tomang-Jalan S. Parman-Slipi dan kembali ke Petamburan III.

“Kami tegaskan FPI menolak Miss World diadakan di Indonesia,” kata Ketua FPI Habib Rizieq Shihab seraya menjelaskan alasannya yakni kontes tingkat dunia itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan dan mengumbar aurat sehingga bisa menyebabkan maksiat.

Untuk itu, FPI mengingatkan Pemerintah untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan kontes tersebut di Indonesia. FPI juga mengimbau masyarakat untuk turut menolak rencana penyelenggaraan kontes tersebut di Bali.

“Jadi nanti rakyat yang akan bicara. Kalau rakyat yang akan bertindak sendiri untuk menggagalkan Miss World, jangan salahkan rakyat, salahkan Presiden, salahkan DPR, salahkan mereka yang mempunyai tetapi tidak menggunakan wewenangnya,” katanya.

Senada dengan FPI, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Surahman Hidayat menuturkan bahwa ajang Miss World sangat bernuansa merendahkan martabat perempuan. “Saya fikir banyak kegiatan yang lebih sesuai dengan budaya Indonesia dan juga sesuai dengan ajaran agama untuk mengali dan meningkatkan potensi wanita Indonesia. Tidak hanya Miss World,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kegiatan Miss World ini tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 serta nilai-nilai ajaran agama. Terlalu sederhana kalau ada yang berpandangan bahwa Miss World diasumsikan mampu meningkatkan potensi pariwisata dan budaya Indonesia, karena pada kenyataannya di beberapa negara yang pernah melaksanakan Miss World tidak terbukti mampu meningkatkan potensi pariwisata.

”Saya harap pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan agar lebih proaktif dan kreatif dalam mengali dan mengembangkan khasanah budaya dan pariwisata di Indonesia, yang sangat kaya, beragam dan memiliki ke khasan,” terang Surahman.

Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) DPR ini juga mengingatkan pemerintah agar menghadirkan program-program peningkatan dan pemberdayaan potensi perempuan Indonesia, untuk kemudian di promosikan ke dunia Internasional, tanpa harus ikut-ikutan mengadopsi budaya dari luar, yang belum tentu sesuai dengan budaya dan agama di Indonesia.

Diposting 27-08-2013.

Dia dalam berita ini...

Surahman Hidayat

Anggota DPR-RI 2009-2014 Jawa Barat X
Partai: PKS