Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dinilai cukup perhatian kepada para pengungsi korban Merapi yang berada di hunian sementara (huntara).
"Saya melihat Pemda sangat kooperatif. Memang hunian itu hanya sementara belum dibangun yang permanen. Tetapi sudah memenuhi standar, ada MCK-nya," kata anggota Komisi VIII Nurul Iman Mustofa kepada Jurnalparlemen.com, Selasa (28/12)
Dalam kegiatan kunjungan kerja (kunker) Komisi VIII pekan lalu, dia bersama anggota Komisi VIII berkesempatan meninjau hunian sementara para korban Merapi yang berasal dari Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, dan Cangkringan.
"Pasca bencana ini perekonomian para pengungsi belum sepenuhnya pulih, sektor pertanian, perikanan, dan peternakan bisa dikatakan masih dalam masa transisi. Kita juga memberikan bantuan sosial saat lokasi," ujar politisi Partai Demokrat ini. Namun, Ia tak menjelaskan lebih lanjut berapa jumlah bantuan sosial yang diberikan tersebut.
Mengenai kekurangan anggaran untuk tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Merapi, Nurul Iman berjanji mengajukan ke Badan Anggaran DPR RI. "Saya sendiri kan di Banggar, kalau memang masih kurang pada kunjungan spesifik yang akan datang bisa diusulkan," tandas anggota DPR RI Dapil Jabar XI ini.
Sementara, dalam pemantauan di Kabupaten Gunung Kidul, anggota Komisi VIII Herlini Amran mengaku belum melihat perubahan yang signifikan di daerah tersebut yang juga terkena dampak letusan Merapi itu.
"Belum terlihat dimulainya pembangunan, daerah tersebut sepertinya jadi tempat pariwisata," pungkas anggota F-PKS ini.end