Komisi E DPRD Jatim prihatin atas munculnya Arisan PSK Pelajar di Situbondo beberapa waktu lalu. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Ahmad Jabir dalam siaran persnya, selasa (11/12/2012) mengatakan mencuatnya berita arisan PSK Pelajar yang muncul dari Jawa Timur benar-benar memukul kehormatan Jawa Timur.
"Betapa tidak, Jawa Timur yang diidentikkan dengan daerah hijau, pusat keberadaan berbagai pesantren, telah tercoreng moreng dengan fenomena Arisan PSK ini," terang mantan anggota DPRD Surabaya ini.
Ahmad Jabir mengatakan yang lebih memilukan lagi adalah Arisan PSK ini justru dilakukan oleh kumpulan pelajar yang menjadi harapan penerus generasi bangsa ini.
Ditambahkan Jabir kalau tidak segera diselesaikan dengan serius dan tuntas, bangsa ini bisa tidak punya harapan ke depan. Melihat fakta sekarang betapa permasalahan korupsi, kriminalitas narkoba dll tengah melanda, dan ketika melihat masa depan bangsa ini kita dihantui dengan generasi yang "koplo" karena pengguna narkoba, generasi "amoral" karena pelanggan PSK dll.
Jabir mengatakan menyelesaikan tindak asusila yang terkait dengan WTS ini, tidaklah cukup dengan rencana PERGUB ANTI LELAKI HIDUNG BELANG, karena itu tidak menyentuh akar masalahnya.
Yang harus segera dilakukan adalah menghilangkan tempat-tempat maksiat yang sering disebut "lokalisasi" di tanah jawa timur. Serta yang kedua adalah membuat regulasi yang memberikan efek ancaman bagi siapapun yang mau melakukan tindak asusila.
"Karenanya, saya sangat mendukung dan sekaligus meminta, agar gubernur dan walikota-bupati di jawa timur, sebagai kepala daerah di lingkungan jawa timur segera melaksanakan upaya penghapusan atau penghilangan tempat-tempat prostitusi dan membuat regulasi untuk mengantisipasi tumbuhnya kembali tempat-tempat prostitusi,"tandasnya.