Calon gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka mengunjungi pasar tradisional Tagog, Padalarang, Bandung hari ini. Di pasar ini, jagoan PDI Perjuangan itu mensosialisaikan dirinya sebagai calon orang nomor satu di Jabar.
Dalam kesempatan itu, Rieke mengatakan urat nadi perekonomian rakyat ada di tangan rakyat kecil yang mayoritas bekerja secara mandiri. Tapi sayangnya, hampir seluruh mayoritas pasar tradisional terkesan kumuh dan kotor.
"Ini fakta dan kenyataan di lapangan. Jjika pasar tradisional di negara kita ditakdirkan selalu kotor dan kumuh," ujar Rieke.
Apabila terpilih jadi Gubernur Jabar, dia berjanji akan melakukan penataan pasar tradisional supaya bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kunjungan saya ke pasar Tagog ini direspon oleh sejumlah pedagang dan pengunjung pasar, yang meminta adanya revitalisasi pasar tradisional agar sehat, higienis dan bisa dikunjungi," terang Rieke.
Rieke yang mengaku mendapatkan inspirasi dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, bahwa dirinya diminta membuktikan untuk menjadi pemimpin yang mendengar aspirasi rakyat serta mengaplikasikannya.
"Pasar tradisiomal harus bersih. Kalau mau membuktikan jadi pemimpin harus membersihkan pasar tradisional yang merupakan urat nadi perekonomian rakyat Indonesia," ungkap Rieke.
Tak hanya dalam masa sosialisasi sebagai cagub Jabar, Rieke yang merupakan anggota DPR ini mengatakan bahwa partainya juga mempunyai konsep penataan ekonomi kerakyatan.
"Di partai kami penataan pengelolaan pasar sesungguhnya sudah terjadi, dimana kerjasama legislatif, eksekutif dan partai punya akses buat menyejahterakan rakyat," ujar Rieke.