Jangan Toleransi Siswa Tawuran

sumber berita , 01-10-2012

Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi Partai Golkar, Syamsul Bachry mengimbau aparat keamanan dan pihak sekolah agar tidak menoleransi siswa-siswa yang terlibat tawuran agar mereka bisa mendapatkan efek jera. Misalnya dengan memberikan peringatan keras sampai pada pemecatan dari sekolah.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Dirjen Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan DKI dan Kepala Sekolah SMU 6 dan SMU 70, Syamsul Bachry selaku pimpinan sidang dan sejumlah anggota DPR lainnya meminta kepada semua pihak, terutama pihak keamanan untuk bertindak tegas. Pihak kepolisian harus mencermati siswa-siswi sekolah, terutama pada saat jam-jam rawan seperti jam pulang sekolah.

"Dalam pertemuan dengan kepala sekolah dan Dinas Pendidikan pekan lalu, kami meminta agar dibuat sebuah regulasi untuk mengatur perilaku pelajar supaya mereka tidak terlibat tawuran. Kami juga minta kepada pemerintah untuk mengambil langkah tegas, yang bisa mengambil sanksi kepada sekolah, bila siswanya melakukan tawuran. Kalau siswanya yang bersalah harus diberikan tindakan tegas dan tidak bisa ditolerir," ujar Syamsul bachry kepada Suara Karya Minggu (30/9).

Menurut Syamsul, selama ini disinyalir anak-anak yang suka tawuran memang suka dikontrol oleh sekolah, sehingga guru tidak berani mengambil tindakan kepada yang bersdangkutan. Padahal, kata Syamsul pemerintah tidak boleh menyerah.

Di sisi lain, Komisi X juga akan mengevaluasi kurikulum, apakah kurikulum yang berlaku sekarang sudah tepat atau belum dan sudah berjalan dengan baik atau belum. DPR akan mencermati apakah kurikulum yang sekarang ini hanya mengejar pendekatan akademis semata, tanpa memperhatikan pendekatan aspek etika dan pendekatan moral dan karakter.

"Pelajaran budi pekerti di sekolah perlu dilihat lagi apakah sudah dijalankan dengan baik. Apakah sudah ada keseimbangan dengan pendidikan alhlak dan lain-lain. Tidak semata-mata mencerdaskan otak," ujar Syamsul Bachry lagi.

Disamping sejumlah faktor tersebut, menurut Syamsul Bachry, faktor orangtua sangat menentukan. Orangtua harus wanti-wanti kepada putera puteri mereka agar anak-anak merka menghindari kekerasan.

"Kalau orang tua membiarkan dan hanya memberikan uang jajan, tanpa memperhatikan moral, maka anak menjadi sulit dikendalikan saat mereka berada di luar rumah," katanya.

Diposting 01-10-2012.

Dia dalam berita ini...

Syamsul Bachri S

Anggota DPR-RI 2009-2014 Sulawesi Selatan II
Partai: Golkar