Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin menyatakan, untuk mencegah konflik di lapangan terkait sengketa lahan antara masyarakat dan TNI AD di daerah Tulung Agung, Jawa Tengah, ia sudah berdialog dengan warga setempat, menggali persoalan, mengumpulkan data dan informasi serta siap memediasi kasus tersebut.
Sebagai mantan prajurit TNI AD, dia tidak ingin melihat lagi munculnya bentrokan di lapangan antara masyarakat dengan TNI terkait sengketa lahan.
"Pekan lalu saya kembali dari Desa Krisikan, Kali Gentong, Tulung Agung. Seharian saya disana dengan masyarakat untuk mendiskusikan masalah sengketa lahan dengan TNI AD, khususnya Kodam Brawijaya. Suasana di sana memanas. Saya sengaja datang untuk meminta agar mereka menyelesaikan masalah dengan baik," ujar Hasanudin kepada Jurnalparlemen.com, Senin (30/4).
Hasil dari serapan informasi dan dialog dengan masyarakat di Tulung Agung terkait konflik lahan dengan TNI AD tersebut akan disampaikan ke Panglima TNI dan KASAD usai masa reses DPR berakhir pada pertengahan Mei mendatang.
Menurut Hasanudin, kalau itu memang tanah rakyat, ya serahkan kepada rakyat. Tapi, kalau milik TNI, silakan dipakai untuk kegiatan latihan. Jangan disewakan kepada perusahaan hingga memicu bentrokan dengan rakyat," ujar Politisi PDIP ini.
Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa lahan yang disengketan seluas 2.800 hektar. Di lokasi itu ada sekitar 800 KK." Saya ingin mencari solusi yang baik," pungkas dia.