DPRD Makassar mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan perbaikan rambu-rambu jalan yang rusak akibat aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Anggota Komisi C Amar Busthanul mengatakan, langkah cepat dari Dishub Makassar untuk melakukan pembenahan rambu jalan, terutama untuk lampu lalu lintas (traffic light) sangat diperlukan. ”Jalan di Makassar cukup padat dengan kendaraan. Jadi kalau tidak dibenahi segera rambu jalan, bisa makin semrawut. Apalagi untuk trafic light itu,” jelasnya kepada SINDO di Makassar, kemarin.
Terkait kebutuhan anggaran, Ketua Fraksi Makassar Bersatu itu menegaskan, anggarannya bisa diambil dari dana perawatan rambu jalan. Atau anggaran terkait yang melekat di Dishub. Apalagi, beberapa ruas jalan utama juga rambu jalannya mengalami kerusakan. ”Jangan terjadi gangguan lalu lintaslah, karena marka jalan itu rusak,” jelasnya.
Hasil pantauan SINDO menunjukkan beberapa traffic light yang dirusak massa saat terjadi aksi unjuk rasa pekan lalu seperti traffic light di pertigaan Jalan Sultan Alauddin dan Jalan AP Pettarani, persimpangan Jalan Talasalapang dan Jalan Sultan Alauddin. ”Unjuk rasa boleh, tapi jangan merusak kepentingan masyarakat umum.
Rambu-rambu itu sebagai pengendali terhadap simpang-simpang yang ada di Kota Makassar. Kalau rambu itu rusak, akan terjadi kemacetan”. “Kalau sudah macet, yang kena masyarakat juga,mahasiswa juga sebagai pengguna jalan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Makassar Chaerul A Tau.
Walaupun demikian, Dishub menyatakan kesiapan untuk segera memperbaiki rambu-rambu jalan yang mengalami kerusakan akibat aksi unjuk rasa itu. Dishub optimistis kalau pengerjaan perbaikan itu bisa rampung seluruhnya pada pertengahan April ini.