Proyek pembangunan selter atau halte Trans Metro Bandung (TMB) yang dijadwalkan bakal rampung pada pertengahan 2011, kini semakin tidak jelas.
Bahkan, proyek selter sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung itu terkesan terkatung-katung. Untuk itu, DPRD Kota Bandung mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera menyelesaikan proyek pembangunan tersebut. Dewan pun menyarankan Pemkot Bandung segera memutus kontrak dengan investor.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Cecep Hendarwan mengungkapkan, bila memang pembangunan halte TMB tidak selesai juga, atau bahkan semakin tidak jelas, lebih baik kontrak dengan investor PT Horison atau PT Maju Mapan diputus. “Pemkot harus memperhatikan pelaksana proyek (PT Arkindo) yang sudah membangun selter dengan biaya sendiri.
Kasihan mereka (pelaksana proyek), dan seharusnya mereka yang mendapat bintang,” ujar Cecep di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, kemarin. Disinggung mengenai sudah terjadi layaknya ditetapkan wanprestasi dari investor pembangunan selter permanen TMB. “Sudah beberapa kali investor menjanjikan, namun tetap tidak melakukan pembayaran kepada pelaksana proyek.
Akibatnya, hingga saat ini pembangunan selter terkatung-katung dan berdampak pada wibawa Pemkot Bandung,” ungkap Cecep. Cecep mengaku tidak setuju dengan adanya ancaman PT Arkindo yang akan membongkar selter yang sudah dibangun. “Cara itu (pembongkaran) bukan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Hal itu justru akan lebih memperkeruh masalah yang ada,”katanya.
Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan kembali memanggil semua pihak yang berkaitan mulai dari Dishub, investor, dan pelaksana proyek. Sebelumnya, penanggung jawab pembangunan selter PT Arkindo, Use Anwas, mengatakan bahwa sejak PT Horison menyatakan kepada Dishub tentang kesiapannya membayar kepada PT Arkindo sebelum akhir Oktober 2011, namun hingga saat ini PT Horison sama sekali belum membayar. “Sampai saat ini masih belum juga melakukan pembayaran,” tegas Use.