Warga Gampong Teupin Reusep membutuhkan pembangunan bendungan dan saluran irigasi di daerah mereka. Pasalnya hingga saat ini mereka masih menggunakan cara manual untuk mengairi air saat turun ke sawah. Hal ini akibat belum adanya saluran irigasi yang permanen untuk mengairi areal sawah.
Menurut Jamaluddin salah seorang warga, sejumlah petani di desa mereka dan sekitarnya mengeluhkan kondisi belum adanya saluran irigasi. Dibutuhkan sekitar 1 km pembangunan saluran yang permanen untuk mengairi sawah. Sehingga membuat hasil pertanian masyarakat kurang maksimal setiap musim panen.
“Setiap mau turun ke sawah, warga terpaksa menambak dan menutup aliran secara manual. Kalau tidak, air sulit untuk masuk ke areal persawahan masyarakat. Selain itu air juga tidak maksimal mengalir, karena saluran tidak baik,” ungkap warga tersebut.
Melihat situasi ini, warga sangat berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat memperhatikan nasib masyarakat. Hal ini tidak lain untuk meningkatkan hasil panen warga yang memacu peningkatan perekonomian rakyat.
Kondisi ini dibenarkan oleh salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan sawang yakni M.Hasan. Dirinya juga telah turun langsung melihat kondisi yang dikeluhkan oleh masyarakat. Mengingat pembangunan saluran itu sangat menyentuh langsung masyarakat kecil.
“Saya mendapat laporan dari masyarakat Gampong Teupin Reusep terkait usulan pembangunan saluran irigasi. Ada sepanjang 1 kilo meter saluran yang harus dibangun.
Ini untuk memaksimalkan distribusi air ke arael persawahan masyarakat. Pembangunan ini sangat penting karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak,”ucap M.Hasan yang juga anggota DPRK Aceh Utara.Menyangkut usulan masyarakat tersebut, pihaknya akan berusaha mengusulkan kepada pemerintah daerah. Sehingga kebutuhan masyarakat banyak di daerah tersebut dapat terealisasi.
“Saat ini kita maklum kalau pemerintah daerah punya anggaran sangat terbatas. Tetapi kami tetap berharap agar dinas terkait dapat melihat kondisi ini. Kalau memungkinkan dapat dibantu dengan dana APBK Aceh Utara. Kalau tidak, mungkin pihak dinas dapat mengusulkan dengan dana lain dari APBA,” ucapnya.