Seorang pria Aceh dalam kondisi stres atau putoh kawat ditemukan pihak Komite Peralihan Aceh (KPA) Pase di kawasan Besitang, Sumatera Utara, sekitar tiga hari lalu. Pemuda malang itu telah dibawa pulang ke Aceh Utara, karena ia sering menyebut-nyebut Nisam, sebuah kawasan di Aceh Utara.
Kuat dugaan, pria yang tak diketahui identitasnya itu sebagai korban konflik, apalagi di tangan dan badannya ada bekas luka. Bahkan kini kondisinya batuk berat dan air keluar dari telinga kirinya. Untuk sementara pria tersebut ditangani Ketua Komisi A DPRK Aceh Utara Amiruddin B.
Amiruddin, Rabu (15/6) mengatakan, pria tersebut dibawa pulang ke Aceh Utara sekitar tiga hari lalu. Pria itu sendiri ditemukan di sebuah rumah warga Aceh di Besitang atas nama Pendi.
Berdasarkan penelusuran awal pihaknya, kalau pria tersebut telah delapan tahun berada di Besitang dalam kondisi stres dan tidak bisa berbicara pasti. Baru satu tahun terakhir dia pun dipelihara Pendi.
Sedangkan di tubuh pria tersebut terlihat seperti bekas luka ikatan di tangan kiri dan sejumlah luka lainnya juga dibagian tangan. Ada bekas bakar di punggungnya. Di dadanya itu seperti ada bekas lembam besar. “Untuk kepastian dia korban konflik memang belum kita pastikan. Begitu juga kronologis sebenarnya kenapa pemuda Aceh ini berada di Besitang dalam kondisi gila,” jelasnya.
Selama dia bercakap dengan pemuda tersebut, tambah Amiruddin, banyak kata-kata yang keluar adalah Nisam. Bahkan saat batuk berat terlontar juga kata-kata ungkapan kekesalan pada dokter, dalam bahasa Aceh. “Karenanya untuk mengetahui kejadian sebenarnya harus ada keluarganya. Hingga dengan diberitakan seperti ini, bagi keluarga dari pemuda ini dapat menghubungi saya ke nomor 085276310111,” demikian Amiruddin.