Pelaksanaan fit and proper test yang dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPR RI untuk mengesahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menjadi momentum penting bagi institusi Bhayangkara sekaligus harapan baru bagi masyarakat Indonesia.
Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga, mengatakan kepemimpinan baru Polri harus mampu menghadirkan perubahan yang nyata, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
“Polisi ke depan harus lebih peka terhadap persoalan masyarakat. Polisi harus hadir, mendengar, melindungi, mengayomi, membenahi dan melayani. Kehadiran polisi harus dipercaya dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”’ujar Mangihut dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, masih terdapat sejumlah kegelisahan masyarakat yang harus menjadi perhatian serius kepemimpinan Polri ke depan. Hal itu antara lain laporan yang berputar- putar, respons yang lambat, akses pelayanan yang belum merata, pungutan liar, arogansi, penggunaan kekuatan berlebihan, konflik kepentingan, keterbukaan informasi yang belum optimal serta lemahnya pengawasan.
“Ini bukan sekadar persoalan citra, tetapi menyangkut kualitas pelayanan dan kepercayaan publik. Setiap keluhan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun Polri yang lebih profesional, humanis, transparan dan akuntabel,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Mangihut menilai pengalaman Suyudi Ario Seto sebagai Kapolda Banten, Wakapolda Metro Jaya dan Kepala BNN RI menjadi bagian dari rekam jejak yang dapat menjadi modal dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Ia berharap pergantian kepemimpinan dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Suyudi Ario Seto, apabila seluruh tahapan pelantikan oleh Presiden Prabowo telah selesai, dapat membawa semangat pembaruan bagi Polri.
“Tema besarnya adalah Polisi Bersama Masyarakat. Kamtibmas tidak mungkin dibangun oleh polisi sendiri. Harus ada kolaborasi dengan masyarakat. Ukuran keberhasilan Polri pada akhirnya adalah ketika masyarakat merasa aman, terlindungi, dilayani dan mendapatkan keadilan,” tegasnya.
Di sisi lain, ia menilai dua persoalan yang harus menjadi perhatian serius Kapolri baru adalah pemberantasan narkotika dan judi online. Hal itu karena keduanya telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat dan secara khusus mengancam generasi muda.
“Narkotika dan judi online bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi sudah menjadi persoalan sosial yang dapat merusak masa depan generasi bangsa. Karena itu, pemberantasannya harus dilakukan secara serius, sistematis dan berkelanjutan,” pesannya.
Mangihut juga menekankan pentingnya pembersihan internal. Menurutnya, tidak boleh ada anggota Polri yang terlibat, membantu, membekingi atau memberikan perlindungan terhadap jaringan narkotika maupun judi online.
“Komitmennya harus tegas, siapa pun yang terlibat harus ditindak sesuai hukum. Jangan sampai pemberantasan kejahatan justru terganggu oleh oknum dari dalam institusi sendiri. Pembenahan internal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pemberantasan narkotika dan judi online,” tekannya.
Menurut Mangihut, keberhasilan Polri ke depan tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang diungkap, tetapi juga dari kemampuan menciptakan rasa aman, mencegah generasi muda terjerumus narkotika dan judi online, serta membangun kepercayaan Masyarakat demi Menuju Indonesia Emas.
“Kita membutuhkan generasi yang sehat, produktif dan memiliki masa depan. Karena itu, melindungi anak-anak dan generasi muda dari narkotika dan judi online adalah bagian dari tanggung jawab negara. Polri harus menjadi kekuatan utama bersama seluruh masyarakat dalam menjaga masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui tindakan nyata, bukan hanya melalui slogan.
“Harapan kita sederhana Polri semakin dekat dengan masyarakat, cepat merespons, tegas terhadap kejahatan, tetapi tetap humanis dan menjunjung hukum serta hak masyarakat. Polisi harus hadir, dipercaya dan dirasakan manfaatnya ke depan,” pungkasnya.