Meningkatnya rivalitas geopolitik global harus menjadi momentum untuk memperkuat sentralitas ASEAN, bukan justru menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai arena persaingan negara-negara besar. Karena itu, diplomasi parlemen melalui forum Majelis Antar-Parlemen se-ASEAN atau ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kepentingan kawasan.
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Amelia Anggraini menegaskan, kekuatan ASEAN sangat bergantung pada soliditas negara-negara anggotanya dalam menentukan arah kebijakan kawasan secara mandiri.
"Terkait rivalitas geopolitik global, hal ini seharusnya dapat memperkuat sentralitas ASEAN. Sentralitas ASEAN ini sangat bergantung pada seberapa solid ASEAN ke depan dalam menjaga ruang dialog dan menentukan kepentingan kawasan berdasarkan prioritasnya sendiri," ujar Amelia saat diwawancarai Parlementaria di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Diketahui, DPR RI akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 17th Meeting of the ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus pada 22 Juli 2026 mendatang yang diselenggarakan secara daring. Adapun AIPA Caucus 2026 mengangkat tema "The Role of Parliament in Strengthening ASEAN Centrality in Navigating Complex Global Challenges", yang menegaskan pentingnya peran parlemen dalam memperkuat sentralitas ASEAN sebagai fondasi stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran kawasan.
Menurutnya, di tengah rivalitas geopolitik yang semakin tajam, ASEAN tidak boleh kehilangan independensinya dalam menentukan sikap. "Asia Tenggara tidak boleh hanya menjadi arena kompetisi bagi kekuatan-kekuatan besar," tegas Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Ia menilai diplomasi parlemen menjadi instrumen penting untuk menjaga komunikasi dan membangun kepercayaan antarnegara ASEAN.
"Melalui diplomasi parlemen, AIPA dapat membantu menjaga agar jalur komunikasi tetap terbuka, membangun kepercayaan antarnegara, dan memperkuat pemahaman mengenai kepentingan bersama," kata Anggota Komisi I DPR RI ini.
Selain itu, Amelia menegaskan parlemen juga memiliki fungsi pengawasan terhadap kerja sama ASEAN dengan negara-negara mitra agar tetap sejalan dengan prinsip hukum internasional.
"Parlemen juga dapat mengawasi agar kerja sama dengan mitra eksternal tetap menghormati prinsip-prinsip hukum internasional, memperkuat kapasitas kawasan, serta tidak melemahkan solidaritas ASEAN," jelasnya.
Menurut Amelia, kekompakan ASEAN akan semakin menentukan kemampuan kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan global.
"Kekompakan ASEAN sangat penting dalam menghadapi tantangan yang semakin dinamis ke depan, baik terkait isu perdamaian, perubahan iklim, ekonomi, maupun kerja sama di bidang digitalisasi," ujarnya.
Ia berharap pembahasan pada AIPA Caucus ke-17 tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga memperkuat posisi AIPA sebagai forum diplomasi parlemen yang mampu menjaga sentralitas ASEAN sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan.