Anggota Timwas Haji DPR RI Lisda Hendrajoni melakukan kunjungan silaturahim untuk memantau langsung kondisi jemaah haji asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat 1 di hotel tempat mereka menginap di Makkah. Agenda ini bertujuan untuk menjaring aspirasi dan masukan langsung terkait kualitas pelayanan ibadah haji tahun ini.
Berdasarkan pemantauannya, ia menyampaikan bahwa kondisi jemaah secara umum berada dalam keadaan sehat dan memiliki antusiasme tinggi untuk menyambut pelaksanaan wukuf di Arafah. "Alhamdulillah hari ini bisa bersilaturahim ya, bertemu dengan dunsanak-dunsanak, saudara-saudara dari dapil Sumbar 1. Dan kita melihat tadi alhamdulillah sehat ya, senang, bersemangat sekali untuk menuju Arafah. Insyaallah sore ini mereka akan berangkat ke Arafah," ujar Lisda saat memberikan keterangan kepada Parlementaria di Makkah, Arab Saudi, Senin (25/5/2026).
Dalam pemantauan tersebut, Lisda secara aktif meminta masukan dari para jemaah mengenai aspek pelayanan yang masih perlu diperbaiki. Salah satu poin evaluasi yang diterima adalah terkait kejenuhan jemaah terhadap menu makanan yang dinilai memerlukan lebih banyak variasi.
"Mungkin tadi masukan aja sedikit tentang makanan. Itu karena mungkin sudah agak lama ya, jadi agak bosen dan mungkin perlu perbaikan dari variasi daripada menu makanan saja," lanjutnya.
Terkait persiapan teknis menjelang fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), Lisda mengonfirmasi bahwa jemaah di hotel tersebut akan mengikuti skema tanazul dan murur. Skema murur tahun ini mengalami peningkatan kapasitas secara signifikan dari yang semula 50.000 jemaah menjadi 80.000 jemaah secara keseluruhan.
"Kalau kita melihat tadi laporan dari pendamping dan juga ketua rombongan, bahwa jemaah yang di hotel ini itu semuanya tanazul dan juga murur ya. Semoga itu tidak ada perubahan lagi sehingga memang sesuai dengan rencana. Dan kita lihat memang untuk murur itu ada penambahan 30.000 tahun ini, yang tadinya 50.000 sekarang menjadi 80.000 jemaah, termasuk jemaah yang ada di hotel ini," jelas Lisda.
Mengenai fasilitas akomodasi, ia menilai sarana dan prasarana di Madinah maupun Makkah telah mengalami banyak perbaikan. Meski hotel yang ditempati jemaah Sumbar 1 ini termasuk dalam kategori jarak terjauh, jemaah tidak menyampaikan keluhan yang berarti selama layanan transportasi bus selawat berjalan dengan tepat waktu.
"Walaupun ini hotelnya mungkin katanya yang terjauh, tapi saya melihat tadi jemaah tidak ada yang komplain, asalkan itu kendaraannya yang mengantarkan ke masjidnya yang jangan sampai telat," tambahnya.
Mengakhiri pernyataannya, dirinya memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja para petugas haji yang dinilai jauh lebih profesional dan solid pada tahun ini. Menurutnya, program pelatihan yang matang berhasil membentuk koordinasi yang kuat di lapangan dan mengesampingkan ego sektoral.
"Saya mengapresiasi kinerja petugas haji tahun ini ya. Saya kira jauh lebih profesional. Dan mungkin salah satunya karena pelatihan itu, itu yang membuat sesuatu kedekatan, membuang rompinya masing-masing, dan di sini memang benar-benar untuk melaksanakan tugasnya sebagai petugas haji," pungkas Lisda.