Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menyoroti rendahnya partisipasi masyarakat dalam Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) serta belum optimalnya kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, persoalan tersebut penting karena berkaitan langsung dengan akses layanan kesehatan masyarakat rentan.
“Partisipasi masyarakat Jambi dalam PKG baru mencapai 2,5 persen dari total 3,7 juta penduduk,” ujar Nihayatul dalam sambutannya saat kunjungan kerja reses di Jambi, Senin (23/2/2026). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Agustus 2025, lanjutnya, capaian itu masih jauh dari harapan.
Selain itu, meski cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 95,50 persen, tingkat kepesertaan aktifnya baru 73,23 persen. “Jangan sampai warga kurang mampu kehilangan akses layanan kesehatan,” tegas politisi Fraksi PKB ini.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa Komisi IX mengapresiasi target penurunan stunting Pemerintah Provinsi Jambi menjadi 11,9 persen pada 2029 dari 17,1 persen pada 2024. Target tersebut menurutnya realistis sepanjang dilakukan secara kolaboratif. “Ini target yang membutuhkan kerja kolaboratif dari semua pihak,” ucapnya.
Pada sektor ketenagakerjaan, ia mengungkapkan bahwa DPR RI mencatat capaian positif pemerintah daerah, seperti angka pengangguran terbuka berada di kisaran 3,5 persen dan terdapat penempatan sekitar 15.000 tenaga kerja tersertifikasi melalui program link and match.
Dalam kesempatan yang sama, Nihayatul menyebut vahwa Komisi IX DPR RI juga melakukan pengawasan terhadap realisasi anggaran yang bersumber dari APBN agar program kementerian dan lembaga benar-benar dirasakan masyarakat. “Kami ingin memastikan program benar-benar dirasakan masyarakat Jambi,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan pembahasan bersama mitra kerja pemerintah dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat di Komisi IX DPR RI mendatang.