Berita Anggota Parlemen

Kasus Omikron Meningkat, DPR Minta Antisipasi dari Hulu ke Hilir

sumber berita , 17-01-2022

KASUS Covid-19 varian Omikron terus mengalami peningkatan. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah menyiapkan penanganan dari hulu ke hilir. Ia menuturkan, berkaca pada pandemi gelombang kedua dari varian delta, pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan penanganan pandemi saat itu.  

"Sistem dan fasilitas kesehatan kita ‘kedodoran’, tenaga kesehatan pun banyak yang berguguran. Oleh karena itu, Pemerintah harus membangun kesiapsiagaan baik di titik hulu," ujarnya dalam keterangan media, Senin (17/1). 

Ia mengatakan, di titik hilir, perilaku masyarakat khususnya penerapan protokol kesehatan (prokes) perlu diperkuat kembali. Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI itu menilai penerapan prokes mulai longgar. 

"Kita melihat pelonggaran prokes terjadi di mana-mana. Mobilitas dan aktivitas masyarakat hampir kembali normal seperti sebelum datangnya pandemi," ucapnya. 

Pemerintah, imbuh dia, melalui satuan tugas (Satgas) perlu bergerak cepat untuk mengencangkan kembali kampanye dan pengawasan prokes. Selain itu, penguatan surveilans yakni 3T testing, tracing (pelacakan) dan (pengobatan) treatment dipersiapkan mengantisipasi situasi terburuk.  

Netty juga meminta pemerintah mempercepat pelaksanaan vaksinasi dosis pertama dan kedua sebelum booster dilakukan secara masif. "Masih banyak daerah yang vaksin dosis pertamanya belum mencapai 70 persen," ucapnya.  

Ia menyayangkan kebijakan pemerintah membuka pintu masuk kedatangan internasional dari semua negara.  

Menurutnya di satu sisi pemerintah memprediksi puncak Omikron. Tapi di sisi lain, pemerintah membuka pintu masuk untuk semua negara.  

"Ini merupakan kebijakan yang kontradiktif dan inkonsisten. Seharusnya kebijakan pengetatan mulai dilakukan bukan justru dilonggarkan" kata Netty.

Diposting 18-01-2022.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Netty Prasetiyani

Anggota DPR-RI 2019-2024
Jawa Barat 8