Berita Anggota Parlemen

Ketua GKSB Azerbaijan Dukung Azerbaijan dan Armenia Damai

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Azerbaijan Muhammad Iqbal mendukung adanya perdamaian antara Azerbaijan dengan Armenia. Menurutnya,  jalan perang bukanlah langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

“Kita menginginkan kedua negara tersebut antara Azerbaijan dan Armenia bisa mencapai titik temu untuk memulai perdamaian. Indonesia selalu mendukung langkah perdamaian di antara kedua belah pihak,” ungkap Iqbal usai menerima kunjungan Diplomat Kedutaan Azerbaijan Mr. Intigam Huseynov di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Iqbal mengungkapkan, Indonesia selalu menganggap kedua negara merupakan negara sahabat Indonesia. Indonesia pun memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan negara Azerbaijan juga Armenia. Ia berharap, ada suatu solusi perdamaian antara kedua negara dan Indonesia selalu mendukung perdamaian di kedua negara.

“Kita mengajak kedua negara untuk mengadakan pembicaraan, pertemuan. Karena suatu solusi itu bisa dilakukan jika ada pertemuan. Dan kita selalu mendukung pertemuan-pertemuan untuk mencapai perdamaian di antara kedua negara,” sambung politisi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) itu.

Sebelumnya, telah terjadi bentrokan antara Armenia dan Azerbaijan di perbatasan. Bentrokan tersebut sempat dikhawatirkan memicu konflik perang kembali pada Azerbaijan dan Armenia. Selama konflik 44 hari yang dimulai pada akhir September tahun lalu, Azerbaijan membebaskan beberapa kota, 300 pemukiman, dan desa yang diduduki secara ilegal oleh Armenia selama hampir 30 tahun.

Hubungan antara Armenia dan Azerbaijan memanas sejak tahun 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh. Wilayah yang dikenal sebagai Karabakh Atas itu merupakan daerah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari wilayah Azerbaijan, beserta tujuh wilayah yang berdekatan lainnya.

Armenia dan Azerbaijan belum lama ini mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata, yang dimediasi oleh Rusia. Kesepakatan itu muncul setelah adanya desakan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa dan Rusia menghentikan pertempuran.

Diposting 16-12-2021.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Muhammad Iqbal

Anggota DPR-RI 2019-2024
Sumatera Barat 2