Berita Anggota Parlemen

DPR dan Petinggi Kampus di Maumere Bahas KIP Kuliah

SELURUH petinggi perguruan tinggi yang ada di wilayah Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (3/8) berkumpul untuk membahas beasiswa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah bersama anggota DPR RI Komisi X yang membidangi pendidikan, pariwisata dan olahraga, Andreas Hugo Pareira

Pembahasan sekaligus sosialisasi beasiswa KIP Kuliah tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Nusa Nipa (Unipa) Indonesia Angelinus Vincentius, Direktur Politeknik Cristo Re Maumere Rikas Muka Buku, Direktur Akper St Elisabeth Keuskupan Maumere, Maria K Ringgi Kuwa, Perwakilan IKIP Muhammadiyah Maumere Harisudin, dan Ketua Yayasan Nusa Nipa Sabinus Nabu. 

Pada kesempatan itu, Andres Hugo Pareira, yang biasa disapa AHP, mengatakan, saat ini, pemerintah telah menyiapkan program beasiswa KIP Kuliah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas/ SMA atau sederajat yang mempunyai potensi akademik. 

Selain itu, beasiswa KIP kuliah itu juga diperuntukkan bagi lulusan SMA yang terkendala dengan biaya untuk mengakses pendidikan tinggi. 

Disampaikan dia lagi, beasiswa KIP Kuliah ada dua jalur yakni jalur reguler dan jalur aspirasi anggota DPR RI. 

Untuk KIP Kuliah jalur aspirasi ini, kata dia, ada 500 kuota mahasiswa yang disediakan bagi warga di Pulau Flores untuk calon penerima bantuan beasiswa KIP melalui aspirasinya.

"Mereka yang penerima beasiswa KIP kuliah akan dibiayai full. Mereka tidak mengeluarkan biaya sepeser apapun sesuai dengan program studi yang diambil selama kuliah dengan tingkat akreditasi. Contoh kalau akreditasi A itu Rp12 juta, kalau B itu Rp8 Juta, dan C itu sekitar Rp4 juta," ungkap Andreas kepada mediaindonesia.com, Selasa (3/8). 

Disampaikan AHP, selain mendapatkan uang per semester, para penerima beasiswa KIP Kuliah ini juga akan mendapatkan biaya hidup bulanan sesuai standar hidup di daerah tersebut.

"Mahasiswa Penerima KIP kuliah ini harus kuliah di kampus-kampus yang ada di Pulau Flores. Jadi, setiap bulan, para mahasiswa ini juga diberikan biaya hidup bulanan sebesar Rp800 ribu. Kan nanti biaya hidup ini juga uangnya beredar lagi di daerah yang menjadi tempat kuliahnya," ungkap Anggota DPR RI dua periode itu. 

Dijelaskan AHP, dengan adanya program KIP Kuliah ini, seharusnya tidak ada alasan bagi anak yang berprestasi namun tidak mampu secara ekonomi untuk tidak melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi. 

"Beasiswa ini adalah murni program pemerintah Presiden Jokowi yang didukung DPR yang ditujukan bagi mereka yang tidak mampu," kata AHP. 

Dikatakan dia, dirinya bertemu dengan petinggi di perguruan tinggi di Maumere agar bersama-sama secara kooperatif ketika mahasiswanya mengusulkan pihak perguruan tinggi juga bisa membantunya dalam proses persyaratan-persyaratan pengusulan beasiswa. 

"Kita ingin beasiswa ini khusus bagi mereka yang betul-betul membutuhkan. Jadi yang membutuhkan dan mampu menyelesaikan kuliah. Contohnya kalau 100 mahasiswa yang mendapatkan program KIP, 100 mahasiswa ini juga harus selesai menyelesaikan studi mereka. Dan pihak kampus juga bisa membantu proses pendaftaran bagi mahasiswanya karena semua proses ini secara online," ujar dia. Pada kesempatan itu, Direktur Akper St Elisabeth Keuskupan Maumere, Maria K Ringgi Kuwa mengharapkan bantuan beasiswa KIP kuliah dapat terus berkesinambungan sehingga meningkatkan kuota mahasiswa yang dapat berkuliah, khususnya di Kabupaten Sikka.

"Kalau bisa ada tambahan kuota lagi beasiswa KIP Kuliah ini," minta dia.

Diposting 04-08-2021.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Andreas Hugo Pareira

Anggota DPR-RI 2019-2024
Nusa Tenggara Timur 1