Berita Anggota Parlemen

Fadli Zon Kritik Luhut yang Berpesan Agar SBY Seperti Habibie

Fadli Zon mengkritik Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, terkait pesannya kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar mengkritik seperti cara Presiden ke-3 BJ Habibie. Fadli Zon menyebut setiap orang memiliki gaya berbeda-beda.

Awalnya, Fadli Zon menyebut Indonesia bukan milik segelintir orang. Dia menilai wajar saja jika ada pihak yang peduli dan memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

"Setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Negeri ini punya kita semua. Bukan milik segelintir orang, bukan milik pemerintah saja. Yang jelas milik rakyat. Karena itu siapapun pantas concern jika ada kebijakan atau implementasi yang salah. Apalagi di era demokrasi, wajar selalu ada masukan dan kritik," kata Fadli saat dihubungi, Selasa (27/7/2021) malam.

Politikus Gerindra ini menilai SBY hanya berusaha memberi masukan karena merasa ada yang keliru dengan kebijakan pemerintah. Seharusnya, kata dia, langkah SBY diapresiasi.

"Pak SBY mungkin melihat ada yang keliru dan berusaha memberi masukan. Wajar sekali. Harusnya ditanggapi dengan apresiasi," ucapnya.

Fadli lantas mengungkit ketika SBY menjabat sebagai Presiden dan mendapatkan kritikan dari Megawati Soekarnoputri selaku Presiden RI ke-5. Fadli merasa heran dengan Luhut yang berpesan agar SBY seperti Habibie.

"Ketika Pak SBY presiden, Bu Mega mantan Presiden tapi masih aktif memimpin partai. Wajar juga memberi masukan bahkan kritik. Setiap orang ada style-nya sendiri," ujarnya.

Pesan Luhut ke SBY

Luhut sempat menceritakan pesannya kepada SBY terkait kritik saat acara Kick Andy Double Check. Luhut sempat menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan saat itu.

Kemudian, muncul pertanyaan yang menyangkut pesan SBY beberapa tahun lalu kepada Luhut soal jangan main ancam-mengancam. Andy bertanya apakah Luhut memang temperamental.

"Nggak temperamental, memang gayanya orang Batak gitu," kata Luhut seperti dikutip dari YouTube Kick Andy Show, Selasa (27/7).

Luhut diminta lagi tanggapannya soal anggapan menggunakan ancaman dalam pernyataan-pernyataannya. Luhut mengaku tidak terganggu oleh anggapan itu sembari menceritakan sikapnya kepada anak buahnya. "Saya nggak ada merasa aneh itu. Silakan saya yang ngomong begitu, nggak ada urusan saya," kata Luhut.

Andy lantas mengungkit status SBY sebagai junior Luhut di militer. Luhut kemudian ditanya etika junior mengkritik senior. Luhut mengaku menghormati sikap SBY karena status sebagai presiden ke-6 RI.

"Saya nggak keberatan. Saya bilang sama Pak Bambang, ya oke-oke ajalah, hak-hak beliaulah. Tapi semua hanya titip saja pada pemimpin-pemimpin yang sudah selesai eranya, lebih bagus seperti Pak Habibie-lah, semua duduk manis, datang sekali mengkritik," ujar Luhut.

"Nggak perlulah kita merasa bahwa yang berkuasa sekarang ini di bawah kita. Mungkin saja bapak A, bapak B itu lebih pintar. Tapi sekarang yang berkuasa ini ya sudah," katanya sembari menegaskan dirinya tidak dalam posisi menyerang balik SBY.

Tanggapan Demokrat

Partai Demokrat menjelaskan pernyataan SBY kepada Luhut yang meminta jangan main ancam. Pernyataan SBY itu disebut dalam rangka mengingatkan Luhut.

"Konteks Bapak SBY berbicara itu di awal tahun 2018. Intinya, ketika itu mengingatkan kalau kekuasaan yang dimiliki bukanlah untuk menakut-nakuti masyarakat. Sebaliknya, SBY meminta pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat secara baik. Apabila terdapat suatu kekeliruan dari masyarakat saat mengkritik pemerintah, seharusnya menurut SBY, pemerintah harus mengayomi masyarakat secara baik," ujar Kabakomstra Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat dikonfirmasi, Selasa (27/7).

Diposting 28-07-2021.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Fadli Zon

Anggota DPR-RI 2019-2024
Jawa Barat 5