Berita Anggota Parlemen

DPR Peringatkan Warga Jangan Tergiur Iming-Iming Mudah Masuk Akpol

Seorang awarga di Lampung Selatan menjadi korban penipuan seleksi Akademi Kepolisian (Akpol). Dia mengaku telah menyetor uang sebesar Rp 1,8 miliar agar anaknya bisa masuk di Akpol. Kasus itu pun viral dan menjadi trending topic di twitter.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR, Sarifuddin Suding mengatakan, animo masyarakat memang sangat tinggi terhadap seleksi penerimaan Akpol. Sehingga kondisi ini sangat bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Jadi banyak pihak yang tidak bertanggungjawab sengaja memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan penipuan di proses penerimaan taruna Akpol,” ujar Sudding kepada JawaPos.com, Rabu (17/6).

Sudding juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya terhadap modus-modus oknum terkait seleksi penerimaan Akpol ini. Sebab menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini, Polri sudah menegaskan bahwa seleksi Akpol ini sangat ketat dan transparan.

“Sehingga yang tidak memenuhi kriteria tentu tidak lulus,” ujarnya.

Suding juga menuturkan, untuk lolos menjadi taruan Akpol, pihak Polri sudah menerapkan pola rekrutmen yang profesional dan sangat transparan, dengan seleksi yang sangat ketat dan akuntabel.

“Sehingga peluang untuk meloloskan para calon taruna yang memang tidak memenuhi syarat sangat tidak mungkin,” katanya.

Karena itu, berkaca kasus di Lampung tersebut, masyarakat diminta untuk tidak tergiur ulah oknum yang menjanjikan bisa meloloskan Akpol hanya dengan bayaran tersebut.

‎”Diimbau kepada orang tua yang anaknya mau masuk di taruna Akpol agar jangan tergiur dengan iming-iming bisa meloloskan padahal itu adalah modus penipuan‎,” ungkapnya.

Sementara itu, Polres Lampung Selatan masih mendalami kasus penipuan berkedok memasukan siswa di Akademi Kepolisian (Akpol). Penyidik sampai saat ini masih mendalami motif tersangka S melakukan penipuan tersebut.

“Masih penyidikan lanjut,” kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Edi Purnomo saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (17/6).

Dia pun meminta kepada masyarakat agar tidak percaya jika ada oknum-oknum yang menjanjikan masuk Akpol dengan imbalan uang. Semua pendaftar Akpol akan mengikuti seleksi dan tahapan yang telah ditentukan.

“Himbauan percaya pada diri sendiri, persiapkan tes yang baik dengan cara belajar dan berlatih, jangan percaya bila ada yang menawarkan pasti lulus dengan membayar sejumlah uang,” jelas Edi.

Diketahui, ‎seorang pria di Lampung Selatan kini menjadi korban penipuan. Karena dia telah menyetor uang sebesar Rp 1,8 miliar supaya anaknya lulus seleksi Akademi Kepolisian (Akpol).

Korban akhirnya memilih untuk lapor ke polisi. Polres Lampung Selatan akhirnya telah menangkap tersangka SR dalam kasus penipuan bermodus penerimaan Akpol tersebut yang juga warga di desa itu.

“Untuk tersangka kita lakukan penahanan. Karena sudah cukup bukti dan unsur terkait kasus penipuannya yang menjerat tersangka,” kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Edi Purnomo.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Tri Maradona menjelaskan, tersangka Sr diduga melakukan tindakan penipuan dengan modus menjanjikan anak korban bisa masuk Akpol (Akademi Kepolisian) pada 2017 lalu. Namun setelah dua kali mendaftar, yakni pada 2018 dan 2019, anak korban tidak diterima Akpol.

“Tersangka menjanjikan bisa membantu anak pelapor yang hendak mendaftar Akpol. Tersangka secara berkala meminta uang kepada korban,” kata Tri.

Diposting 18-06-2020.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Sarifuddin Suding

Anggota DPR-RI 2019-2024
Sulawesi Tengah