Berita Anggota Parlemen

Anggota DPR Ini Sebut 4 Defisit yang Menjadi Ciri Khasnya Indonesia

sumber berita , 06-05-2020

Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun mengatakan, permasalahan anggaran di Indonesia tak pernah lepas dari empat kondisi defisit. 

Defisit yang dimaksud adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), defisit transaksi berjalan, defisit neraca pembayaran, dan defisit neraca perdagangan. 

"Kita menghadapi empat situasi defisit, yaitu defisit APBN, defisit transaksi berjalan, defisit neraca pembayaran, defisit neraca perdagangan. 

Itu khasnya Indonesia," katanya dalam diskusi virtual Hipmi, Rabu (6/5/2020). Dia menjelaskan, keempat defisit ini kerap bisa diatasi oleh kebijakan fiskal dan moneter sehingga mampu menstabilkan perekonomian. 

"Selama ini ekonomi sektor moneter dan fiskalnya itu dipakai memitigasi risiko keempat defisit. 

Kebijakan yang diambil dalam rangka untuk bagaimana keempat defisit itu tidak menghantam langsung sektor riil dan kemudian diciptakan bantalan-bantalan peredamnya supaya ekonomi kita tetap tumbuh," jelasnya.  

Perlu diketahui, Bank Indonesia (BI) siap membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana untuk membiayai defisit APBN maksimal Rp 125 triliun. 

Adapun pembelian SBN di pasar perdana sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan akibat dampak Covid-19. 

"Kemungkinan BI akan beli SBN di pasar perdana untuk kebutuhan APBN yang above the line. 

Kan saya beberapa kali ditanya, 'Berapa BI bisa (beli) SBN?'. Itu Rp 125 triliun. 

BI beli lebih sedikit, dan dampak ke inflasi lebih baik," kata Perry dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI, hari ini. 

Perry menuturkan, angka maksimal Rp 125 triliun sudah dihitung sesuai yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat bersama Komisi XI pada 30 April 2020.

Diposting 08-05-2020.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Mukhamad Misbakhun

Anggota DPR-RI 2019-2024
Jawa Timur 2