Berita Anggota Parlemen

Atas Nama Kemanusian, Ibas Tolak Rapid Tes Anggota DPR dan Keluarganya

sumber berita , 24-03-2020

Fraksi Partai Demokrat menolak keras rencana DPR yang bakal melakukan rapid test korona khusus untuk anggota dan keluarganya. Pasalnya, hal itu hanya akan memunculkan kecemburuan dan menciderai rasa keadilan di masyarakat.

“Sudah sewajarnya anggota DPR memiliki rasa empati serta kemanusiaan terhadap masyarakat yang terinfeksi virus korona,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Selasa (24/3).

Karena itu, Ibas meminta supaya kesetjenan DPR mendahulukan masyarakat banyak ketimbang pemeriksaan tes korona terhadap anggota dewan dan juga keluarganya.

“Dahulukan rakyat, karena mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Ibas.

Selain itu, alasan Fraksi Demokrat menolak rapid test itu juga karena rasa kemanusiaan, di saat banyak gugurnya tenaga medis yang merawat para pasien COVID-19.

“Intinya negara harus perhatikan keadilan untuk semua warga termasuk akses mendapatkan kepastian, perlindungan dan distribusi alat-alat kesehatan,” ungkapnya.

PAN Kaget

Sementara terpisah, ‎Anggota Komisi X dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zainuddin Maliki‎ mengaku kaget dengan adanya rencan rapid test bagi anggota DPR dan keluarganya.

“Saya kget juga dengernya. Tentu Fraksi PAN Partai Amanat Nasional menolak untuk melakukan rapid test kepada anggota DPR dan juga keluaganya. PAN memandang keselamatan tenaga medis dan masyarakat yang terpapar harus diutamakan,” katanya.

Di tengah situasi seperti ini, semua pihak harus cerdas dan arif dalam menetapkan skala prioritas penanganan virus Korona.

“Saya agak terkejut mendengar usulan itu. Tiba-tiba kok malah anggota DPR dan keluarganya yang diutamakan. Padahal, jelas kasat mata, banyak tenaga medis dan masyarakat yang terpapar. Merekalah yang lebih penting untuk didahulukan,” katanya.

Saat ini, masyarakat banyak menyorot kinerja pemerintah dan DPR. Lebih baik jika DPR fokus mencari jalan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kompleks penanganan virus korona ini.

“Kalau mau mengadakan test, silahkan laksanakan secara sendiri-sendiri. Itu adalah hak. Tidak ada yang bisa melarang. Tetapi kalau dilaksanakan kolektif itu tidak baik. DPR dinilai hanya mau menyelamatkan diri sendiri dan keluarganya,” ungkanya.

Agar isu rapid test bagi anggota DPR dan keluarganya tidak berlarut-larut, pimpinan DPR sebaiknya segera meminta agar kesekjenan membatalkan kegiatan tersebut.

Meskipun belakangan disebut bahwa anggarannya adalah hasil sumbangan pimpinan dan anggota, namun tetap saja masyarakat merasa ada kejanggalan.

“Kalaupun ada sumbangan, lebih bagus jika disumbangkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan,” paparnya.

Diposting 25-03-2020.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

Edhie Baskoro Yudhoyono

Anggota DPR-RI 2019-2024
Jawa Timur 7

Zainuddin Maliki

Anggota DPR-RI 2019-2024
Jawa Timur 10