Komentari

Berita Anggota Parlemen

Fahri Berharap Tanggal 9 Januari Ketua DPR Pengganti Novanto Sudah Dilantik

sumber berita , 04 Jan 2018

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berharap Ketua DPR baru pengganti Setya Novanto bisa dilantik pada masa pembukaan masa sidang tanggal 9 Januari 2018.

Menurutnya, pimpinan dewan akan melakukan proses rapat setelah fraksi Golkar menyampaikan nama pengganti Setya Novanto untuk jabatan Ketua DPR RI.

"Kalau pimpinan DPR sederhana, begitu surat masuk tentu kita akan proses, gitu aja. Pikiran sementara, karena kami harus merencanakan pelantikan, itu tanggal 9 Januari, begitu surat masuk kita lantik dulu, ya bila perlu ketua DPR berpidato dulu, setelah itu kalau mau inisiatif lain ya silahkan," kata Fahri kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/1/2017).

Dirinya menjelaskan, kalau surat Ketua DPR baru masuk sebelum tanggal tersebut, maka pelantikan bisa langsung digelar saat sidang paripurna pembukaan masa sidang.

Sejumlah agenda pelantikan telah disiapkan jika jadi nama Ketua DPR dikirim sebelum tanggal 9 Januari.

"Bayangan saya lengkapi dulu, sekarang ini masih Plt ketua DPR itu. Sementara kalau datang ketuanya dari Golkar tentu akan dilantik tanggal 9 Januari (selesai masa reses)," katanya.

Diketahui, Setya Novanto sebelumnya mengundurkan diri sebagai Ketua DPR sebelum menjalani persidangan dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.

Jabatan ketua DPR saat ini diisi sementara oleh Fadli Zon sebagai pelaksana tugas.

Sementara itu, ketika ditanyakan soal wacana penambahan satu kursi pimpinan DPR, Fahri mengatakan bahwa itu akan terjadi bila adanya usulan dari fraksi-fraksi dengan mekanisme melalui revisi Undang-Undang MD3, tidak ada pintu mekanisme lain.

"Sebab UU mengatakan status pimpinan DPR adalah satu kesatuan, kolektif kolegial, paket yang bersifat tetap, bahkan definisianya tetap itu 5 tahun, sehingga kalau ada proses atau pergantian pun alasannya berat sekali," kata Fahri.

Dirinya mencontohkan soal kasus pemecatan oleh PKS terhadapnya.

"Hal itu terbukti dengan kasus saya, berat itu, tidak ada gantinya mesti ada alasannya, dan di situ ada, pimpinan DPR diganti bila tuhan mencabut nyawanya, kedua hukum negara mencabut hak, ketiga hukum DPR. Nah ketiga alasan partai dipecat, tentu harus pakai alasan, saya dipecat gak pakai alasan. Saya kalahkan di pengendalian. Artinya paket dalam UU itu kuat, makanya kalau mau ini di ubah, ubah dulu dalam UU nya," kata Fahri.

Diposting 04 Januari 2018.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar. Silahkan Login/Register dulu sebagai user konstituen.

Kamu mencari peraturan ?
141 ribu ++ peraturan
Temukan dalam 1 detik!

Mereka dalam berita ini...

Fadli Zon

DPR-RI 2014
Jawa Barat V

Fahri Hamzah

DPR-RI 2014
Nusa Tenggara Barat

Setya Novanto

DPR-RI 2014
Nusa Tenggara Timur II