Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengangkat Letnan Jenderal TNI Moeldoko sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Moeldoko menggantikan posisi Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.
Komisi I DPR mengapresiasi keputusan tersebut. Wakil Ketua Komisi I Agus Gumiwang mengungkapkan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan oleh Moeldoko.
"PR yang paling penting untuk diselesaikan Moeldoko membangun kembali kedisiplinan dari anggota, anak buahnya," kata Agus Gumiwan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/5/2013) malam.
Agus menilai dari sejumlah calon yang muncul pilihan terhadap Moeldoko paling tepat. Kemampuan Moeldoko, kata Politisi Golkar itu, cukup mumpun dan memadai menjadi KASAD.
"Jadi saya kira kita sudah melihat track record-nya beliau. Kita sudah baca track record beliau baik di institusi TNI sendiri maupun di lemhanas. Lemhanas punya fungsi yang sangat berbeda dia kan analisa. Jadi saya kira sebagai seorang figur tentara dia sudah komplit," ungkap Agus.
Moeldoko, lanjut Agus, memiliki kemampuan di bidang tentara serta memiliki pengalaman menjadi wakil gubernur Lemhanas. "Itu yang menambah dia menjadi satu figur yang komplit dan cocok menjadi KASAD," tuturnya.